Cerita EURO 2012 kali ini juga diramaikan dengan sejumlah hostest yang mempromosikan diri mereka melalui jejaring sosial seperti Twitter. Mulai dari PSK bertarif murah, sedang, hingga yang paling mahal. Bahkan dalam situs resmi yang dirilis oleh Image via fashionwithtrends.com ada sekitar 25 hostest WAGs di ajang Euro 2012. Kebanyakan mereka hostest papan atas dunia. Foto-foto mereka telah beredar di banyak situs yang bisa dibuka dengan gratis. Bahkan ada ribuan PSK yang tersebar di empat kota penyelenggara di Ukraina.
Bahkan dalam rangka memeriahkan perhelatan EURO 2012, mereka menyediakan paket layanan seks bertemakan sepakbola yang ditujukan untuk para penggemar sepakbola yang datang dari daratan Inggris.
Salah seorang PSK bernama Agatka mengatakan, dalam rangka pesta sepakbola Eropa 2012 ia memberikan vodka gratis untuk layanan seharga 50 Euro per jamnya. Tawaran tersebut terlihat dari situs pribadinya yang menyambut gembira para penggemar sepakbola yang hidung belang dari seluruh dunia. Namun ia memperingatkan vodka tersebut hanya diberikan kepada mereka yang ‘bermain hebat’, dan sebuah penalti diberikan kepada mereka yang tampil ‘buruk’.
Sesuai “hukum pasar” banyak peminat tentu harga barang melonjak, begitupu soal tarif para PSK tersebut, mereka tak tanggung-tanggung menyebut angka yang tinggi jika anda berminat mengajaknya “bermain bola” di kamar.
Sebut saja Julia, seorang PSK berusia 20 tahun. Ia menaikkan tarifnya selama Euro 2012 agar pendapatannya meningkat untuk biaya masuk universitas tahun depan. Yulia paham benar dengan bahaya di balik pekerjaannya.
"Setiap wanita tentu takut. Dan, segalanya dapat terjadi," ujar Yulia.
Ia menaikkan tarif per jamnya dari 75 dollar AS (sekitar Rp 750.000) menjadi 115 dollar AS (sekitar Rp 1,15 juta).
Yulia bercita-cita masuk universitas, memilih studi musik, dan mewujudkan impiannya menjadi penyanyi.
Sejumlah analis sosial budaya menilai industri prostitusi di Ukraina tengah berada di puncaknya. Mereka memperingatkan maraknya penyebaran HIV selama Euro 2012.
Seperti diberitakan Associated Press, sejumlah ahli menyatakan, satu dari 10 pekerja seks komersial (PSK) di Ukraina terjangkit HIV, virus penyebab AIDS. Angka itu berdasarkan data badan kerja PBB untuk AIDS.
"Itu seperti bermain rolet Ukraina. Jika seorang pendukung tim tak menggunakan kondom, ia memiliki peluang banyak tertular (HIV)," sebut Kostiantyn Pertsovskiy, juru bicara Aliansi Internasional HIV/AIDS Ukraina.
Sementara itu, La Strada, sebuah kelompok hak asasi wanita Ukraina, juga prihatin dengan lonjakan prostitusi di bawah umur.
Apapun kalimat wejangan yang dilontarkan para aktifis itu, para PSK tiada peduli, Euro 2012 tetap jadi harapan tersendiri bagi ribuan PSK tersebut yang tersebar di empat kota penyelenggara di Ukraina.
.